Sunday, 30 August 2015

Mengejar Cinta Ilahi

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...

Dengan nama ALLAH, penulisan blog ini dimulakan setelah lama menyepi menghilang diri. Al-Hamdulillah dengan kekuasaanNya, penulis masih mampu membelek & membaca sambil mencoret kenangan di blog ini. Al-Hamdulillah, nikmat Islam & iman menjadi hiasan diri bagi menghadapi kehidupan yang penuh pancaroba ini. Al-Hamdulillah untuk semua nikmat yang ALLAH anugerahkan kepada penulis & semua pembaca. 

Masih belum terlambat untuk penulis mengucapkan Selamat Menyambut Hari Kemerdekaan 31 Ogos 1957-31 Ogos 2015. Hargai & syukurilah nikmat keamanan yang ALLAH hadiahkan kepada penduduk Malaysia. Dah 58 tahun kita merdeka, dan adakah kita benar-benar merdeka? Apa makna merdeka di hati kita? Adakah hanya sekadar menyambutnya bersama-sama kawan-kawan, jumpa & salam kemerdekaan? Atau bagaimana? Adakah kita faham & mengerti maksud sebenar MERDEKA? Semua jawapan terpulang kepada diri sendiri. Bila tiba 31 Ogos, masing-masing sibuk mengucapkan salam kemerdekaan, termasuk anak kecil yang tidak memahami apa-apa.  Cuba belek diri kita, adakah kita merdeka jika sebagai muslim kita sentisa melupakan ALLAH. 

Merdekakah seorang Muslim, jika dia hanya mementingkan kehidupannya tanpa ada rasa kebertanggungjawaban untuk memikirkan orang lain? Merdekakah seorang muslim andai dia hidup tanpa arah tujuan, hidup bergelumang dosa & tiada usaha untuk taubat nasuha? Merdekakah seorang muslim andai dia lupa mengingati & mengejar cinta ALLAH yang hakiki? Merdekakah seorang muslim, andai kehidupannya dipengaruhi sosial Barat? Tepuk dada tanya iman di hati kita! Mari kita muhasabah diri, mengkoreksi hati, moga memberi ibrah berguna di akhirat nanti.

Membelek buku puisi hasil rekayasa sendiri, tertarik dengan sebuah puisi lukisan kata hati bertajuk 'Mengejar Cinta Ilahi'. Mengingatkan dirinya kepada ALLAH Yang Maha Esa. Jom baca & hayati bersama! Mana tau boleh melembutkan hati yang keras, mendekat pada ALLAH setelah lama menjauh. Mendekat padaNya bertambah dekat. Kerna ALLAH sebaik-baik tempat kita mengadu, memohon pertolongan, meminta perlindungan, mendapat nikmat kasih sayang & segala-galanya. Teringat nasyid zikir yang penulis pernah ajarkan kepada anak-anaknya, "Cintakan bunga bungakan layu, cintakan manusia, manusiakan mati. Cintakan ALLAH kekal abadi.

Burung
Berkicau keriangan
Saat mentari tampak terang
Menjadi makhlukNya
Bersyukur keberadaan di dunia

Ya ALLAH
Pada seluruh makhlukMu
Ada hikmah disebalik penciptaan
Pada seluruh makhlukMu
Ada tersingkap pengajaran
Pada seluruh makhlukMu
Ada tersirat kebesaran Tuhan
Buat insan yang mahu memikirkan

Demi
Mengejar cinta Ilahi
Sanggup ditinggalkan
Bumi yang menghinakan
Sanggup hidup
Bersama cintaMu Tuhan
Meneliti rahmat Ilahi
Pada setiap anugerah pemberianNya
Sanggup menunduk penuh ketaatan
Hanya mengharap cintaMu Tuhan

Dalam lena sang manusia
Dalam leka si pemilik hati
Dalam perjalanan dunia menuju pengakhiran
Dalam bumi semakin tua
Biar diri mengharap cintaNya
Biar terus bergelumang dengan sayangNya
Moga diri tidak hanyut
Dalam pelayaran cinta
Menuju persinggahan akhir

Ya ALLAH
Tunjukkan kami jalan
Jalan benar menelusuri cintaMu
Tunjukkan kami
Keindahan menebar kebaikan 
Moga hidup
Terus dilimpahi nikmatMu
Dibaluti halawatul iman

Al-Hamdulillah, usai sudah kita membaca bait kata ini. Moga memberi manfaat kepada semua walau hanya sekadar senipis kulit bawang. Panjang umur, murah rezeki, masih punya nafas berkesempatan menziarahi blog ini, insyaALLAH dengan izinNya kita berjumpa lagi. 

Siiru 'alaa barakatillah..


Wednesday, 26 August 2015

Penangan Facebook

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...

Al-Hamdulillah bicara demi Ilahi ini dapat diteruskan walau ranjau berduri, walau tiada kesesuaian waktu menyinggah dalam benak kesibukan meniti kehidupan dunia. Al-Hamdulillah ALLAH masih & sentiasa menyayangi penulis blog ini, buktinya nikmat iman & Islam sentiasa menyuburi hati & dia sentiasa berharap moga peluang & kesempatan ini memungkinkan dia untuk menggapai redha Ilahi dalam setiap gerak langkahnya di bumi ini hinggalah nafas terakhirnya.

Banyak pula cerita yang mahu dikongsikan di sini. Banyak juga cerita yang ketinggalan yang hanya menjadi kenangan peribadi penulis. Baru sahaja usai membaca artikel-atikel di facebook. Melihat & memerhati gelagat manusia melalui medium 'facebook'. Sungguh hati tertarik untuk 'copy paste' salah satu artikel yang di pos oleh Majalah Solusi. Mari kita baca bersama, sentap jiwa raga!

Kembalikan hati mu ke masjid
Kerana di sana ada sujud
Di situ ada kehampiran
Setelah sekian lama meminggirkan

Di sini menunggu kasih yang esa
Penawar kecewa cinta manusia
Bicara hati jadi bersih 
Ketika segala resah tersisih

Rumah Allah ini setia menanti
bertamunya seluruh luka dan derita
Untuk diubati segala sukma yang lara
Walau diri bergelumang sejuta dosa

Kembalikan hatimu ke masjid
Agar lapang segala sempit
Akan terubat jiwa nan sakit 
Agar tidak ada lagi... batin yang menjerit!


Bicara ini sungguh menyentuh hati. Ya masjid tempat yang selalu disinggah saat luka merenjut jiwa, saat hati dipagut keresahan, saat hidup dirasa kekosongan. Ya rumah ALLAH ini penawar duka, pengubat lara. Langkah ke sana memerlukan berjuta pengorbanan, bersemi keimanan. Ya bukan mudah untuk kita terus istiqamah berada di rumah ALLAH. Benar, berada di sini keamanan dirasa membalut hati. Seolah, ALLAH tulus  berbicara mengajak hati terus mendekat padaNya. Andai penulis diberi ruang & peluang, rumah ALLAH ini dijadikan rumah ke duanya dalam pemusafiran. Sungguh jelas nyata ketenangan singgah dalam kehidupannya di saat masjid menjadi teman rapatnya.

Bicara kata Ustaz Pahrol Muhamad Juoi benar menyentuh hati penulis. Betapa ramaikah manusia bernama muslim bila Ramadhan bertandang, semua mahu memenuhi rumah ALLAH, tidak kira pangkat, darjat harta atau rupa. Semua merelakan diri ke rumah ALLAH. Sayang seribu kali sayang, bila Ramadhan pergi, pergi bersama beratus-ratus sof muslim mendirikan solat. Sedih saat kali pertama melangkah ke masjid pada bulan Syawal. Hakikatnya, itulah realiti kehidupan kini. Masjid kembali sepi tampa manusia bernama Muslim, menghilang sama menghilangnya bulan Ramadhan.

Menitis air mata hiba saat membaca bicara kata  Ustaz Pahrol Muhamad Juoi. Siapa lagi jika bukan kita individu Muslim untuk terus memenuhi sof di masjid. Memang benar muslimat sof solatnya di rumah, tetapi adakah kita hanya berdiam saat azan solat memanggil dekat hampir dengan kita untuk mengerjakannya berjemaah di masjid? Allahurabbi...hati kecil penulis begitu sebak! Hatinya terkadang terungkap persoalan kenapa masjid ini sepi? Kenapa tiada manusia yang namanya remaja Muslim untuk turut duduk bersimpuh dan bersila memenuhi sof masjid sama ada untuk solat atau menghadiri majlis ilmu. 

Andai masjid hanya di anggap sebagai tempat persinggahan permusafiran...andai masjid hanya di anggap sebagai tempat Ramadhan semata...andai masjid hanya sebagai hiasan mata dunia...maka amat rugilah kita hamba ALLAH tidak ada daya usaha untuk mendekati rumah ALLAH ini. Marilah kita sama penuhkan sof solat di masjid, jika kesibukan melanda cukup satu dua waktu kita habiskan di sana. Tempat yang dipenuhi keberkatan Yang Maha Esa. 

Setakat ini peringatan buat diri, agar sentiasa menghargai wujudnya rumah ALLAH di sisi. Biarkan cinta masjid sentiasa bertakhta di hati, jangan pula cinta manusia menjadi kejaran diri. Bukankah hadith Nabi Muhammad s.a.w mafhumnya berbunyi terdapat tujuh golongan manusia yang mendapat naugan ALLAH di akhirat kelak antaranya, pemuda yang cintakan masjid? Mari kita kejar bersama cinta Ilahi! Setakat ini dahulu bicara dari hati moga memberi ibrah kepada hati yang sentiasa merindui jalan bertemu Ilahi. Ameen.

Siiru 'alaa barakatillah...

Tuesday, 4 August 2015

Sanah Helwah Ya Ummi ^__^

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...

Al-Hamdulillah ALLAH masih memberi ruang & peluang ini dalam kemalasannya mencari waktu. Al-Hamdulillah ALLAH membuka hatinya menggarap untaian kata menjadi bicara yang bisa dimengertikan isinya, yang bisa membuat semuanya jelas tiada berbeza. Al-Hamdulillah, blog ni menjadi tempat dia menulis sesuatu...tempat dia menjadi penulis dalam ceritanya sedang ALLAH sebaik-baik Perancang. Syukur di atas nikmat terbesar nikmat iman & Islam yang ALLAH anugerahkan kepadanya.

Hari ini bertepatan dengan 'entri' malam ini, penulis berkesempatan mengimbau kembali kenangan berpraktikal di Pejabat Pendidikan Daerah Kuala Langat Selangor. Masa senggangnya banyak dipenuhi dengan menulis puisi. Masih ada padanya sebuah buku latihan tercatat indah bait kata luahan rasa penulis sepanjang keberadaannya di Kuala Langat. Terbaca puisi kata yang direkayasa pada tahun lepas bertajuk, "Kasih Bonda". Jom baca sama-sama!

Angin
Bertiup lembut
Selesa lagi menyenangkan pencintanya
Selembut kasih bonda
Membelai tanpa diminta
Mengulit sayang bersalut rindu
Buat permata hati bonda

Ombak
Bergelora setiap masa
Setianya pada si pantai
Hingga di hujung penciptaannya
Ibarat setia kasih
Bonda buat anaknya
Biar gelora badai melanda
Biar sakit ditelan bonda
Setianya masih kekal bersama

Pantai
Indah terbentang
Seluas lautan mengujakan
Mengurnia sejuta ketenangan
Mensyukuri selaut rahmat Tuhan
Memerhatimu tiada pernah jemu
Seolah menatap wajah tenang
Bonda tersayang di sisiku


Angin, ombak, pantai
Ciptaan terindah
Buat manusia berfikir
Mentafsir kejadian alam
Mengait dengan Tuhan

Angin, ombak, pantai
Kesatuan sinergi
Membentuk keindahan
Mencipta ketenangan
Membalas kasih sayang

Kasih bonda
Terungkai di sebalik
Angin, ombak, pantai
Kasih bonda
Pantas membelai
Menenang serta menghidup
Usaha si anak mengenal dunia
Bertatih di penjuru kejora
Berusaha memahat
Kasih bonda kekal terpahat di qalbu

Tanggal 5 Ogos 1961, lahirnya seorang puteri diberi nama Mek Nab bt Ibrahim. Puteri bongsu dalam keluarga ini membesar sebagaimana kanak-kanak lain. Hidup di kampung yang serba sederhana mematangkan kanak-kanak ini. Dia hanya hamba ALLAH yang biasa tetapi punya luar biasa yang indah di mata anak-anaknya. Jika ayah superhero, dialah heroin kami.

Akhirnya dia mendirikan rumahtangga tanggal 24 Februari 1990. Puteri bongsu dalam keluarga akhirnya punya keluarga sendiri. Tahun tersebut juga dia dikurniakan seorang puteri sulung tanggal 30 November 1990. Dialah mama penulis. Insan hebat yang banyak mencorak kehidupan penulis. Marahnya, rajuknya, sayangnya, bicaranya, nasihatnya semua terangkum dalam satu kata, "Mama, sangat hebat. Al-Hamdulillah ALLAH anugerahkanku seorang ibu yang sangat penyayang. Bukan hanya penyayang, tetapi bijak dalam semua perkara."

Kemahiran memasak & menjahit menjadikan dia heroin kami yang sangat sempurna. Bijak mengendali kami lima beradik yang punya bermacam macam karenah. Bijak menukar suasana suram menjadi ceria. Mendidik kami bersama didikan ayah cukup memberi kesan mendalam kepada penulis. Al-Hamdulillah terima kasih Ya ALLAH kerana telah mengurniakanku seorang ibu yang sangat baik. Bertanggungjawab terhadap anak-anaknya.Tiada kata mampu penulis ungkapkan tentang betapa baiknya mama tersayangnya ini. Satu-satunya ibu yang menyembuh dukanya, mengelap lukanya, memeluk saat dia kesunyian sendirian, mencurah kasih dan kata nasihat saat dia dahaga kasih seorang ibu. 

Mama ucapan tulus dari qalbu puteri sulungmu, "Selamat hari lahir mama. Moga kebahahagiaan dunia akhirat sentiasa menghiasi kehidupan mama. Semoga ALLAH memakbulkan segala impian & permintaan mama. Semoga rahmat kasih sayang ALLAH sentiasa memayungi kehidupan mam. Kak yong sayang mama kerana ALLAH. Mama is the best mum that i have."

My mum and Chik

My mum & Mimi

My mum & my dad







Friday, 31 July 2015

Satu Hari Sebuah Buku

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...

Al-Hamdulillah dengan izinNya & kasih sayangNya yang sentiasa melimpahi diri ini, telah memberi ruang & kesempatan kepada penulis blog untuk meneruskan penulisannya. Tiada bicara terungkap semasa bulan Ramadhan & Syawal 1436H ini. Ramadhan berlalu pergi terlalu cepat Ramadhan meninggalkan kita. Setiap detik diri ini mengakui betapa dia merindui untuk bertemu Ramadhan lagi. Al-Hamdulillah nikmat iman & Islam nikmat terindah anugerah ALLAH yang tiada tolok bandingnya. Dengan dua nikmat terbesar ini dia hidup di bawah payungan kasih sayang ALLAH. Tanpa Iman & Islam sudah tentu hidupnya tiada panduan hilang arah ibarat layang-layang terputus talinya.

Al-Hamdulillah ucapan syukur sentiasa menghiasi blog ini kerana merasa betapa kasih & sayangNya ALLAH terhadap diri biar terkadang dia teruji dengan kehidupan yang penuh pancaroba. Semuanya kembali pada ALLAH, insyaALLAH ketenangan menyapamu. Kembali entri “Satu Hari Sebuah Buku”. Hari ini penulis nak bercerita tentang sebuah buku yang sempat dihabiskannya di kampung semasa cuti seminggu sempena hari raya Aidilfitri baru-baru ini. Buku ini berbentuk novel tarbiah. Lama tak bedah buku novel, jadi jom kita baca apa isi buku novel ini, & apa yang seronoknya tentang novel ni?

TAJUK BUKU: Saya Tunggu Awak (berhalaman: 633)

PENULIS: Bonda Nor @ nama sebenarnya Norli binti Madlan

TERBITAN: Galeri Ilmu Sdn. Bhd



“Dalam hidup ini tidak ada istilah kebetulan. Setiap perkara yang berlaku akan menjadi asbab kepada perkara lain pula.”

Memetik isi buku ini pada perenggan akhir halaman 632:
“Ya, sesungguhnya nikmat iman & ukhuwwah itu terlalu tinggi nilainya. Dalam hati, Rafiq tidak putus-putus memanjatkan doa untuk mereka. ‘Sahabat-sahabatku Hanna & Farhan, tunggu kami di sana. InsyaALLAH kita akan berkumupul semula di syurga,’ Rafiq bermonolog sendiri sambil mengukir senyum bahagia.”

Firman ALLAH S.W.T dalam surah Al-Hadid ayat 22 & 23 yang bermaksud:
22. tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) Yang ditimpakan di bumi, dan tidak juga Yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di Dalam Kitab (pengetahuan kami) sebelum Kami menjadikannya; Sesungguhnya mengadakan Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
23. (kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa Yang telah luput daripada kamu, dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) Dengan apa Yang diberikan kepada kamu. dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang Yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.

Bicara cinta ALLAH ini jelas memberitahu kita betapa pentingnya untuk kita meletakkan ALLAH dalam setiap perkara yang kita hadapi. Penulis sungguh mengalirkan air mata saat membaca bicara cinta ALLAH dalam kalamullah ini. ALLAH Maha Penyayang cuma kita yang terkadang tidak melihat disebalik ujian itu ada tanda ALLAH begitu menyayangi kita. Terusik hati bila diberita segala kesusahan yang dihadapi itu adalah atas pengetahuan ALLAH & kita sebagai hambaNya perlu redha & syukur. Ini baru muslim unggul.

Isi yang turut menarik penulis blog untuk berkongsi tentang buku ini ialah perkongsian resepi kek coklat pada halaman 145 buku ‘Saya Tunggu Awak’. Perbualan menarik antara Hanna Mardhiah & Rafiq Aqlan berkongsi resepi. Menarik!
1) Mula-mula kisar 4 biji telur hingga berbuih-buih.
2) Tambahkan susu pekat 1 cawan, susu cair 1 cawan, gula 1 cawan, minyak 1 cawan, & ovalet 1 sudu & kisar hingga sebati semuanya.
3) Ayak tepung penaik sendiri & serbuk koko 1 cawan.
4) Campurkan dengan adunan yang dikisar tadi.
5) Kukus dalam satu jam & siap dihidang.

Program Tafaqquh kitab Bidayatul Hidayah oleh Al-Fadhil Sheikh Shirazi al-Banjari dalam seminar yang dianjurkan oleh pelajar-pelajar Ustazah Hanna Mardhiah membawa pembaca mengetahui serba sedikit isi kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali. Memetik bicara kata Sheikh Shirazi pada halaman 207:

“Imam Al-Ghazali pernah berpesan jadilah orang yang berilmu. Rugi jadi orang yang jahil. Namun, jangan jadi orang berilmu sahaja. Mestilah beramal juga. Jangan sekadar beramal. Tetapi mestilah ikhlas pula. Dalam surah Al-Kahfi, ALLAH telah memperingatkan kita bahawa ada golongan manusia yang terpedaya dengan ilmu & amalannya. Mereka mensia-siakan perbuatan mereka, sedangkan mereka fikir mereka telah berbuat baik. Jadi, janganlah kita rasa apabila berdakwah, kita sudah cukup bagus. Janganlah kita rasa sebagai guru, kita lebih mulia daripada orang lain. Sentiasa awas dengan tipu daya syaitan. Sentiasa berhati-hati dengan hati, itulah taqwa kepada ALLAH,” pesanan Sheikh Shirazi kepada Hanna Mardhiah.

Pertama kali penulis blog mengenali buku ini melalui sahabat yang baru ditemuinya lewat ziarah mahabbah ke Kedah memenuhi undangan majlis perkahwinan sahabat dunia akhiratnya, Puan Siti Zawiroh bt Daud. Dia, Hajar sepupu Wira. Sekalung penghargaan & terima kasih buat Hajar yang telah memperkenalkan novel ini kepada penulis. Mulanya, puas penulis blog mencari buku ini dimerata kedai buku, tak jumpa. Terakhir usaha mencari buku ini di Kuala Lumpur kedai buku yang berdekatan dengan Sogo. Dah jumpa apa lagi terus beli. Al-Hamdulillah berkesempatan memiliki & menambah koleksi buku. Asyik membaca buku novel yang penuh pengisian rohani & cara berhikmah menghadapi kehidupan berumahtangga. Sunnguh novel ini terhias indah di akhir setiap bab dengan ayat-ayat Al-Quran & hadith Rasulullah s.a.w.

Ya, majlis perkahwinan itu sangat dinantikan oleh teruna & dara menamatkan zaman bujang masing-masing. Manis, meriah, & pastinya terpahat kemas di hati. Namun, sebuah perkahwinan bukan terhenti setakat kemeriahan sebuah majlis walimatul urus semata, bukan juga manis yang mahu ditelan. Pahit, masam, perit, pedih, tawar semua ada. Dulu seorang, kini berdua. Dulu sebuah keluarga je, sekarang dah berganda-ganda bilangan keluarganya. Dulu penat sorang-sorang, makan sorang-sorang, solat pun sorang-sorang, sedih sorang-sorang, hati pun nak dijaganya hanya dirinya sorang. Sekarang semuanya berbeza 360%. Semuanya berkongsi & berdua. Berkahwin bukan bermakna  mengahwinainya sorang, tetapi berkahwin juga dengan ahli keluarganya.

Banyak juga hati yang perlu dijaga. Al-Hamdulillah, ALLAH telah memberi peluang kepada penulis blog untuk menghabiskan pembacaan novel ini. Novel ke-3 yang menjadi koleksi buku novel penulis selepas membaca novel hasil karya, Cahyadi Takariawan & Habiburrahman El-Shirazi. Pengajian ilmu agama yang padat dalam lingkungan bab 1-82 bersamanya ada prolog & epilog sungguh menarik penulis meneruskan pembacaannya. Setiap akhir bab diselitkan maksud ayat al-Quran & hadith-hadith yang berkaitan dengan kisah yang dimainkan. Tidak rugi penulis memiliki buku ini.

Buku ini sarat dengan nasihat berguna untuk pasangan suami isteri melayari bahtera keluarga. Bagaimana tarbiyatul aulad yang diterap oleh Hanna Mardhiah watak utama novel ini terhadap dua orang putera & puterinya sehingga melahirkan generasi yang subhanallah hebat peribadinya. Islam anak-anaknya bukan hanya pada nama & kad pengenalan semata tetapi pada peribadi & akhlaknya jua, akidah terjaga, syariah dipatuhi, membuah akhlak yang terpelihara. Bagaimana pula kisah Hanna Mardhiah menyantuni suaminya, Farhan yang hanya bekerja sendiri & punya titik hitam sebagai penagih dadah sedangkan dirinya seorang kaunselor universiti? Bagaimana Hanna Mardhiah berdepan dengan mehnah ujian kehadiran pelajarnya, Rafiq Aqlan yang mencintainya sedangkan dia sudah punya suami? Cerita ini digarap indah oleh penulis, Bonda Nor menambah jatuh cinta penulis blog kepada penulisannya. Buku pertama beliau, “Pujuklah Hati” turut berjaya memikat hati penulis blog untuk hanyut leka dengan mainan bicara indah susun atur kata yang mengisi jiwa yang tengah kosong.

Ha, ini baru betul novel Islami yang penuh dengan kata nasihat & sepanjang pembacaan buku ini banyak mendorong pembaca mengingati ALLAH. Semuanya kembali pada ALLAH. Apa yang berlaku, apa yang terjadi, apa yang tertulis sudah takdir ALLAH. Siapa kata baca novel hanya menambah cinta kita pada dunia, hanyut dengan cinta yang entah ke mana, baca novel hanya buat kita hidup ditakuk lama berimaginasi tanpa ada rasa memenihi impian?? Kehadiran novel ini membuktikan semuanya tidak benar. Baca novel ini menambah pengisian hati, membuka ruang untuk kita lebih berfikir dengan iman.

Memetik kata-kata Ustzh Isfadiah Mohd Dasuki, pensyarah UIAM, personaliti TV pada kulit belakang novel tarbiah ini:
“Subhanallah. Karya ini berjaya mengajar kita tentang hakikat bahawa setiap cabaran dalam rumah tangga pasti ada penyelesaiannya, setiap percintaan pasti ada ujiannya & setiap perbuatan kita di sisi ALLAH pasti ada catatan & ganjarannya. Semua permasalahan berjaya disarungkan penyelesaian yang sangat tepat, Islamik & penuh manfaat. MasyaALLAH sangat berkesan di hati saya. Satu novel tarbiah yang cukup mentarbiah. Tahniah Bonda Nor.”

Sungguh, buku ini mengajar penulis mengenali dunia sebenar sebuah bahtera yang dikemudi oleh suami & isteri dalam melayari bahtera kehidupan berkeluarga. Semoga selepas ini lahir lagi banyak novel-novel tarbiah seperti ini & memenuhi pasaran Malaysia, agar tiada lagi buku novel yang ditulis hanya mahu meracuni pemikiran anak muda Malaysia semata. Paling penulis ingat klimaks buku ini adalah detik kematian mengejut Farhan yang sangat tragik ditikam kejam oleh perompak rumahnya. Paling menyayat hati, bila mana detik kematian mengejut juga Hanna Mardhiah dalam kemalangan jalan raya yang mana anak sulungnya, Hazim menyaksikan sendiri pemergian bonda tercinta.

Semua yang berlaku adalah kembali pada ALLAH. Kita merancang & ALLAH sebaik-baik Perancang. Novel ini sangat sesuai dibaca oleh mereka yang rindukan tarbiah Islam, yang bakal melayari bahtera rumah tangga & yang telah berumah tangga. Pastikan sahabat-sahabat membaca buku  bovel ini sekiranya kalian pencinta novel & jika tidak setidak-tidaknya novel ini memberi sisi pandang positif tentang olahan penulisan novel Malaysia. Nak tahu bagaimana setiap watak memainkan peranannya sehingga menjadikan buku novel ini sangat menarik untuk dibaca? Bolehlah kalian membaca buku ini & menghabiskan pembacaan. Tak adil jika penulis blog menulis semua isi buku ini di sini. Penulis blog ini cuba membawa dirinya & pembaca untuk meneruskan usaha murni meneruskan amalan membaca & membaca.

Panjang penulis blog berceloteh hari ini. Mungkin kerana isi buku ‘Saya Tunggu Awak’ ini terlalu menarik untuk dibaca oleh semua terpanggil penulis berkongsi dengan kalian, hamba ALLAH yang sentiasa dilimpahi kasih sayangNya, Ameen. Moga memberi manfaat pada semua terutamanya pada diri yang menukilkan kata-kata ini. Lama benar dia meyepi, hingga Ramadhan berlalu pergi, Syawal menjelma kini namun tiada khabar dari empunya diri, diamnya bukan bermakna sepi, diamnya penuh rahmat Ilahi, menikmati dengan rasa mensyukuri. Jumpa lagi di kesempatan lain insyaALLAH dengan iznNya!


Siiru ‘alaa barakatillah. Salam Syawal & selamat hari Raya Aidilfitri 1436H.


Mengimbau koleksi kad kawen sahabat dunia akhirat penulis. Moga kalian bahagia hingga ke syurga abadi.


Thursday, 30 July 2015

Bicara Dari Hati

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...

Al-Hamdulillah...ucapan syukur meniti laju saat dapat menjenguk kembali blog ini. Lama benar dia menyepi. Al-Hamdulillah nikmat iman & Islam sentiasa memayungi & memandu hatinya untuk terus berada di jalan Ilahi. Moga ALLAH terus memberinya peluang bernafas & meninggalkan dunia ini dengan atur kata tiada Tuhan selain ALLAH...Lailahaillallah Muhammadurrasulullah... Ya ALLAH terima kasih & Al-Hamdulillah bicara dari hati ini terus merungkai jiwa yang terkadang bisu dengan kata-kata. Hanya bisa memerhati & memperdalami makna diri. Anugerah terindah Engkau hadiahkan kepada diriku yang serba kekurangan ini. Anugerah cinta ALLAH yang mampu membuatkan segalanya indah.

Bicara dari hati
Penuh memberi pada yang dahaga
Penuh kasih sayang pada yang Esa
Bicara dari hati
Memungkinkan segalanya indah
Memberi makna pada yang resah
Memberi bahagia pada yang derita
Bicara dari hati
Hanya mahu membawa diri
Jauh di lubuk hati
Mencintai terus mencintai
Jalan perjuangan ini
Jalan Islam yang menyelamatkan
Jalan Islam yang menenangkan
Jalan Islam mendekat pada Tuhan
Jalan perjuangan yang berliku ranjau
Jalan Islam yang bukan indahnya di dunia semata
Jua indah di akhirat sana
Biar pada mata kasar jalan ini tersusun mehnah derita
Bakal ditelan walau pahit menerima
Bukan dunia mahu dikejar
Hari bertemu Tuhan itu lebih terpahat
Hari akhirat lebih diingat
Bicara dari hati
Mengajak diri bermuhasabah
Mengajak diri berteleku seketika
Harus bagaimana aku menyantuni dunia?
Harus bagaimana mahu hidup bahagia
Bahagia dunia jua akhirat sana
Adakah hidupku cuma untuk diri semata
Atau ada bahagian insan lain 
Perlu kamu menyumbang
Perlu kamu tanggung
Andai dirimu ke syurga
Bukan keseorangan
Malah memimpin jutaan tangan
Mengkhabar bahagia bergelar Islam
Mengkhabar selamat hidup berimamkan al-Quran 
Mengkhabar berita gembira Islam kan menang
Bicara dari Hati
Tiada kata mampu diungkap
Tiada rasa mampu menafsir
Tiada bahasa bisa mengganti
Cukup ALLAH sebagai Pelindung, Penjaga, Pemelihara diri ini.

Bicara dari hati berlabuh di sini. Salam Jumaat Kareem buat semua insan yang sudi memaksa mata menatap blog ini. Bawalah diri untuk sentiasa mengingati ALLAH kerana ALLAH menciptakan kita & ALLAH Maha Penyayang terhadap kita. Usah kita sibuk mencari pada siapa mahu dilabuhkan cinta, usah kita sibuk mencari siapa yang mahu mencintai kita, kerana ALLAH sentiasa mencintai kita & sepatutnya kita juga mencintaiNya sepenuh hati kita. Bicara dari hati cuma mahu membawa pesan pada diri, di mana kita berada, di mana kita bertapak di mana kita berpijak ingatlah ALLAH selamanya di hati kita. Bawa ALLAH ke mana kita melangkah, agar langkahmu tidak mudah rebah...agar rentakmu tidak mudah goyah...agar cintamu tidak mudah terpesong jatuh ke lembah kehinaan & mendapat murkaNya...agar tingkahmu sentiasa terarah pada ALLAH Yang Maha Mencipta.

Moga memberi ibrah & manfaat buat semua yang dahagakan cinta ALLAH...

Siiru 'alaa barakatillah...

Moga sentiasa berada di bawah kasih sayang & berkat ALLAH. Ameen

Tuesday, 30 June 2015

13 Ramadhan 1436H Sanah Helwah Ukhti Sayang ^__^

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...

Al-Hamdulillah dengan nama ALLAH penulis memulakan penulisan setelah berhari meninggalkan blog ini sepi tanpa kata  bicara dari hati. Rupanya dah 13 Ramadhan 1436, tiga belas hari Ramadhan melambai pergi, tiga belas hari juga penulis menikmati Ramadhan di perantauan. Menjadi perindu tegar, menjadi insan yang luar biasa kerana keadaan & situasi yang terkadang memaksa, menjadi insan yang sangat dekat dengan hambaNya & terkadang dia hanyut di landa badai bergelora. Al-Hamdulillah...iman & Islam sentiasa menyinari hati & qalbunya. Biar apa pun terjadi, dia sentiasa bermohon moga ALLAH memelihara imannya tak dilupa iman insan-insan yang disayanginya kerna ALLAH.

 Tanggal 1 Julai 1993, penantian dua tahun berakhir setelah lahirnya seorang bayi perempuan yang comel menjadi teman setia buat puteri sulung ini. Di beri nama mirip kakaknya, Farah tetapi Farah Mimi bt Yaakob, benar mengubah si kakak menjadi lebih dewasa dengan kehadiran adik pertamanya. Satu-satunya adik perempuan kandung yang penulis ada benar mewarnai kehidupannya sebagai kakak. Kami dikatakan kembar, walau ke mana kami pergi berdua, ada sahaja yang tidak dapat membezakan kami. Itu yang buat penulis suka ^__^. Yang pasti kami berbeza cuma lahir dari darah daging yang sama. Kami tetap adik beradik walau kami sering bertengkar, sering bergaduh & marah kami saling mendiamkan diri.

Ya, dia satu-satunya adik perempuan kandung penulis. Baik nakal dia tetap adik penulis. Garang manja dia tetap adikku. Biar penulis punya 'ramai adik', dia adik yang sampai syurga penulis menghargainya. Dia membesar dengan baik seiring dengan pembesaran & pertumbuhan kakaknya. Andai kami bersama, sering dilihat menyarung baju yang sama, pasti kami dipanggil kembar. Dia pendiam tapi baik hati. Bila disuruh ada sahaja mulutnya berbunyi, tapi dia buat je apa yang disuruh. Sama juga bila ada barang yang nak dipinjam darinya, ada sahaja bebelan yang keluar dari mulutnya tetapi dia tetap memberi pinjam. Dia kakak yang ditakuti oleh adik-adiknya. Garangnya mewarisi kegarangan & ketegasan ayah. Sekali dia marah semua kecut perut. Usah risau marahnya menambah seri hubungan kami adik beradik. 

Dia adik yang sangat bagus. Al-Hamdulillah, penulis beruntung punya adik sepertinya. Pandai berdikari, pandai memasak, bijak menyesuaikan diri dengan keluarga, diam dia ada makna, bising dia ada suka, marah dia ada hikmah, tawa dia ada kenangan indah, tangis dia ada duka disebalik wajah. Terima kasih Ya ALLAH kerana telah mengurniakan penulis seorang adik perempuan yang sangat baik. Dia bijak menjaga dirinya. Engkau peliharalah iman yang ada di dadanya, jadikanlah dia bidadari di syurgaMu dicemburui ramai bidadariMu.

Dia sekarang menjadi gadis muslimah membesar dengan baik seiring didikan agama yang diberikan oleh mama & ayah. Tanggal 1 Julai 2015 genap 22 tahun umurnya. Sudah tahun 3 di Universiti Sains Islam Malaysia. Bakal menamatkan pengajiannya 2016 @ 2017 nanti. Dah besar rupanya adikku ini. Meniti alam remajanya yang indah aktif di dunia dakwah sekolah menengah, hinggalah kini dia di universiti. Berkongsi tempat yang sama dengan kakaknya di perantauan memungkinkan rasa rindu bernanah di hati. 

Ya rindu kampung halaman. Baru sebentar tadi penulis menghantar adik perempuannya ini balik ke kampung halaman negeri Serambi Makkah. Dia lebih awal balik kampung selesai peperiksaan akhirnya untuk semester ini. Sanah helwah Mimi, moga ALLAH sentiasa merahmati kehidupan dunia & akhirat Mimi. Doa penulis sebagai kakak takkan pernah putus untuk satu-satunya adik perempuannya ini. Doa moga kehidupannya sentiasa dilimpahi kasih sayang ALLAH, doa moga segala permohonan & doa Mimi diterima ALLAH sebaiknya. Doa moga Mimi menjadi muslimah yang dicemburui bidadari-bidadari syurga kerana kebaikan & kesolehannya. Sungguh dia adik yang sangat baik, penulis tak pernah risau tentangnya kerana dia pandai membawa dirinya sendiri.

Dedikasi cinta ini khas untuk adik perempuan penulis yang dicintai kerana ALLAH. Blog ini terkadang dihias indah dengan ceritera cinta penulis abadikan buat insan-insan yang disayanginya dengan ucapan ulang tahun kelahiran mereka. Sungguh menghargai mereka dengan cara ini lebih baik & bakal dibaca generasinya nanti. Bagaimana penulis menyantuni insan-insan yang disayanginya kerana ALLAH? Bagaimana dia menghargai kewujudan manusia-manusia yang mewarna-warnikan kanvas kehidupannya sebagai muslimah? Penulis sayang Mimi kerana ALLAH.


Rupanya, adik perempuan penulis berkongsi tarikh yang sama dengan sahabat muaddibah penulis. Tanggal 1 Julai 1990 lahirlah bayi comel perempuan yang diberi nama Nor Hafiza bt Mohd Yusuf. Tanggal 1 Julai 2015, genaplah umurnya 25 tahun hidup di dunia ini. Hafiza selamat ulang tahun kelahiran ke-25 yer. Awak kongsi tarikh dengan adik kita, sebab tu kita ingat. InsyaALLAH ingat sampai bila-bila walaupon kita tak abis ta'aruf lagi.

Sahabat muaddibah ini baru sahaja dikenali penulis tahun ini. Seorang muaddibah yang sangat dedikasi & digeruni anak muridnya kerana ketegasannya dalam menjadi pendidik. Mendalami ilmu pendidikan selama bertahun di universiti, menjadikan dia alah bisa tegal biasa dengan karenah anak-anak muridnya. Dia juga disayangi semua murid. Selamat Hari Lahir ke-25 yer Hafiza. Penulis sayang awak kerana ALLAH. 




Saturday, 27 June 2015

11 Ramadhan 1436H Andai Ini Ramadhan Terakhir

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...

Al-Hamdulillah dengan nikmat iman & Islam penulis masih bisa meneruskan penulisan dalam kesibukan mengurus masanya. Sedar tidak sedar kita telah menghabiskan sepuluh Ramadhan pertama berbaki lagi sepuluh Ramadhan pertengahan & sepuluh Ramadhan terakhir. Sekelip mata cepat betul masa berlalu. Pergi tanpa dipinta, datangnya membawa sejuta bahagia. 

Al-Hamdulillah Ya ALLAH Engkau telah memberikan kami peluang yang cukup luas untuk kami mengimarahkan bulan Ramadhan. Moga kami terus di beri kekuatan & kesihatan untuk terus beribadah kepadaMu, menambah rasa taat kami kepadaMu. Ameen...Hati berbicara bagaimana andai kali ini, Ramadhan terakhir bagiku? Saat imam masjid jelas melafazkan doa...diriku ralit mendengar & menghayati setiap bait patah doanya. Sehingga sampai pada doa, andai ditakdirkan ini Ramadhan terakhir kami Ya ALLAH, kuatkan kami untuk terus menambah amal ibadat kami keranaMu. Andai ini Ramadhan terakhir kami Ya ALLAH, kurniakan rezeki kesihatan kepada kami untuk menyelesaikan amanah kami padaMu Ya ALLAH. Terus hati mulai menyusun kata merekayasa bicara bisa dikongsi bersama.


Andai Ini Ramadhan Terakhir

Ya ALLAH
Andai ini Ramadhan terakhirku
Izinkan aku melangsaikan hutangku
Izinkanku meninggalkan dunia ini aman
Tanpa permusuhan atau kebencian
Andai ini terakhir kali
Izinkanku mengutip ketenangan bersamaMu
Menghilang segala duka
Mengucup segala bahagia
Mengubat segala lara

Andai diriku
Belum cukup amal bertemuMu
Belum cukup mampu berdiri di hadapanMu
Belum cukup bisa membahagiakan semua manusia
Keberadaanku di dunia
Masihkah aku bisa di sini
Ingin sekali ku berada dalam dakapanMu
Biar saat itu semua dukaku terlerai
Biar saat itu setiap bahagiaku adaMu

Ramadhan
Kehadiranmu sekali memberi erti
Menggamit memori indah bersamamu
Menghias indah hubungan hamba dengan Tuhannya
Menambah keberkatan tersedia
Buat insan yang dahagakannya
Ramadhan kali ini
Benar menjemput bahagia buatku
Kehadiran rumah ALLAH
Benar membuatku dekat
Benar menyuci hati sedia berkarat
Benar mengajarku erti rahmat

Andai ini Ramadhan terakhirku...Ya ALLAH
Izinkanku menghiasi setiap malamnya
Munajat panjang padaMu
Izinkanku menghabiskan setiap detikku dengan mengingatiMu
Izinkanku mendapat halawatul iman
Berkat kasih sayangMu

Andai ini Ramadhan terakhirku...Ya ALLAH
Biar mereka redha kepemergianku
Biar tiada tangis duka di hujung nafasku
Biar tenang insan-insan yang ku tinggalkan
Pelihara iman insan-insan yang ku sayang
Jagakan hati sahabat-sahabat tersayang
Walau di mana insan-insan ku sayang bertapak di bumiMu
Biar mereka sentiasa ingat ALLAH ADA BERSAMA

Ramadhan datang cuma sekali dalam dua belas bulan yang kita ada, hargailah kedatangannya...berkah ALLAH ada bersamanya...usah lupa untuk terus beribadah & mendekatkan diri pada ALLAH. Nasihat ini buat penulis yang sering alpa...nasihat ini buat diri yang merasa mahu menemui ALLAH dengan husnul khatimah pada akhir kehidupannya...nasihat ini buat diri yang suka merubah suasana buruk jadi baik suasana baik jadi lebih baik.

Siiru 'alaa barakatillah...



Salam Ramadhan Kareem buat semua yang sudi singgah di blog ini!


Friday, 26 June 2015

11 Ramadhan 1436H Masihkah Ada Sekelumit Cinta?

Bismillahirrahmanirrahim...

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang...


Kamu Sudah Berubah atau Diriku Yang Salah?

Kamu sudah berubah
Berduamu
Terkadang buat diriku resah
Berduamu
Terkadang buat diriku gelisah
Perubahan itu
Ibarat bom jangka
Menunggu mangsa memuntahkan pelurunya
Menyinggah saat kita berteman
Menguji setia sebuah persahabatan

Ya,
Kamu bahagia berdua
Sedang diriku ditinggal menderita
Di mana janji persahabatan kita
Bakal ku tuntut andai diriku tiada
Derita menanggung sakit
Hati seorang sahabat
Harus bagaimana tingkahku
Aku juga manusia 
Punya hati yang mahu dijaga
Punya rasa bersalut kesedihan di jiwa
Punya kalbu terkadang disinggah kecewa

Tingkahmu
Bagaimana menyantuni sahabat
Walau dirimu sudah berdua
Sudah punya teman lagi akrab
Membina kebahagiaan bersama
Diriku mungkin terbuang di perusuk dunia
Dilihat tanpa ada rasa
Bukan bicara ini mengungkit cuma memujuk hati

Persahabatan
Ini benar kerana ALLAH
Sukar sekali membina mahligai ini
& pasti ia sangat berharga bagiku
Andai ia runtuh di perjalanan
Hancur juga hati kecilku
Dek kerana persahabatan ini
Hatiku memujuk redha
Asal kamu bahagia duhai sahabat
Aku dibuang merata tidak mengapa

Dulu
Bisa sahaja kita berbicara panjang
Punya waktu untuk saling bercerita
Suka duka dikongsi sama rasa
Pahit manis ditelan bersama
Berjauhan saling merindu
Berhampiran saling memadu cinta sahabat
Andai waktu itu tinggal kenangan
Biarlah dia abadi dalam ingatan
Menjadi memori paling indah
Buatku kenang

Kini
Kamu sudah mulai berubah
Atau diriku salah menilai
Atau diriku yang rasa kehilangan
Hingga akhirnya dirasa persahabatan ini longgar
Hilang punca tali rabitah hati
Pudar janji yang dimateri
Ya ALLAH...Jauhi kami dari mehnah ini
Pelihara iman & persahabatan kami

Dedikasi bicara hati luahan qalbu buat sahabat-sahabat khususnya yang telah selamat diijabkabulkan dengan insan tersayang, memegang amanah suami & isteri. Ingat kalian juga punya teman-teman yang harus dijaga hatinya. Andai waktu bujang kita bisa menjaga hati sahabat, kenapa tidak sekarang setelah kita bertukar status? Masihkah ada sekelumit rasa cinta sahabat buat diri ini yang kelelahan dalam perjuangan bertatih di bumi ALLAH??














Ya, bicara ini untuk diri sendiri (penulis) peringatan untuk dirinya sebelum melayar bahtera perkahwinan. Tazkirah agar dirinya turut merasa apa yang sahabat-sahabat rasa setelah sahabat punya kehidupan sendiri nanti. Entah, ini bicara yang mahu dikongsi hari ini. Terusik & sebak saat membaca bicara ini bukan mahu membuat sahabat-sahabat sedih dalam duka mengenang persahabatan kita cuma kehadiran entri ini untuk mengubat hati yang lara, agar penulis redha setiap pertemuan ada perpisahan dia perlu redha akhirnya. Bertemu berpisah itu lumrah kehidupan. Bagaimana diri penulis nanti saat menyantuni sahabatnya bila dia sudah bertukar status? Dia tidak mahu kehilangan manisnya membina & melakar persahabatan setelah melayari bahtera pernikahan. Biar persahabatan itu mekar mewangi hingga ke syurga abadi. Biar dia mengubat hatinya dengan berbaik sangka pada penghujung derita. 

Moga entri ini menjentik hati untuk kita terus menghargai insan-insan yang wujud di samping kita, walau siapa pun dia. Moga entri ini memberi manfaat & mengubah duka pada bahagia. Ameen...insyaALLAH

Siiru 'alaa barakatillah...